[Field Report] Leadership Camp Keluarga Mahasiswa Sosiologi


Leadership camp yang merupakan program kerja sama dari divisi pengembangan sumber daya manusia dengan divisi perlengkapan akhirnya dapat terlaksana dengan lancar tanpa adanya halangan. Bertempat disalah satu hutan purba yang dijadikan sebagai kawasan wisata Taman Hutan Raya Bunder, berlokasi di kawasan Gunung Kidul. Kegiatan Leadership camp yang mengambil lokasi di kawasan hutan ini sendiri memberikan suasana yang baru bagi para peserta. Acara ini berlangsung dari tanggal 18 – 19 Maret 2016, dengan rangkaian acara yang telah disusun sesuai dengan kebutuhan leadership camp diharapkan peserta yang telah mengikuti acara ini dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan tentunya memupuk rasa persaudaraan antar sesama pengurus KMS.

Semua rangkaian acara dimulai dari Selasar Barat Fisipol UGM. Semua peserta diberikan pembekalan mengenai apa saja perarturan yang akan diberlakukan selama acara berlangsung. Setelah usai, dengan instruksi dari panitia satu persatu perserta pun memasuki bus yang telah disediakan. Keberangkatan bus sore itu dibagi menjadi 2 gelombang. Keberangkatan bus yang pertama berisi beberapa panitia dari divisi perlengkapan dengan peralatannya dan beberapa orang peserta yang secara acak dipilih oleh panitia. Disusul setengah jam setelahnya, setelah dipastikan tidak ada peserta yang tertinggal maka bus pun segera meninggalkan kampus menuju ke Taman Hutan Raya Bunder di Gunung Kidul. Perjalanan kami tempuh dengan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan. Sekitar pukul 17.20 WIB bus yang berisi divisi perlengkapan dengan peratalannya akhirnya tiba di kawasan Taman Hutan Raya tersebut, disusul dengan bus gelombang kedua yang kemudian datang pada pukul 17.50 WIB.  Satu persatu peserta segera menuju ke tempat berteduh sementara berupa sebuah pendopo yang berada tidak jauh dari campsite . Sembari menunggu semua tenda selesai didirikan .

Agenda pertama pun di mulai dengan ISHOMA dimulai dari pukul 18.00 hingga 20.00 WIB. Setiap peserta pun memanfaatkan hal ini dengan sebaik – baiknya, mereka yang ingin beribadah segera menuju Mushola yang terletak di dekat pintu masuk, mereka yang ingin membersihkan badan pun memanfaatkan fasilitas kamar kecil yang disediakan oleh pihak pengelola tepat berada di belakang Pendopo. Hari yang semakin gelap tidak menjadi alasan bagi peserta untuk terganggu aktivitasnya, penerangan di kawasan tersebut dapat dikatakan cukup baik, tidak terlalu terang sehingga tidak menghilangkan suasana hutan dan tidak terlalu redup sehingga membahayakan peserta apabila beraktivitas malam hari.

4

Kondisi Makan Malam yang asik

Makan malam di mulai pukul 19.15  WIB, adapun menu makan malam yang telah disiapkan oleh panitia berupa Nasi, Sayur Tempe, dan Ayam. Semua komponen tersebut dimasukan ke dalam sebuah nampan yang kemudian dibagi kepada beberapa peserta. Peserta yang mendapatkan nampan harus mencari 6 peserta lainnya sehingga satu nampan ditunjukan untuk 7 orang. Konsep makan malam leadership camp KMS lain daripada yang lain memang, namun dengan konsep seperti ini secara tidak langsung memupuk rasa kekeluargaan dan keakraban dari setiap peserta.

2

Divisi Pengabdian Masyarakat menunjukan bakatnya

Setelah usai makan malam, ada agenda yang menarik yang telah disiapkan oleh panitia yaitu, KMS Mencari Bakat. KMS Mencari Bakat ini berisi penampilan dari divisi – divisi yang menunjukan kebolehan anggotanya. Namun sebelum acara itu dimulai panitia mempersilahkan kepada setiap divisi untuk berkumpul untuk berdiskusi keahlian apa yang mereka ingin tunjukan. Tidak ada juri untuk acara KMS mencari Bakat ini, karena memang tidak ada pemenang dalam acara ini. Ditemani dengan kobaran api unggun, semakin menghangatkan suasana malam sabtu itu. Satu persatu divisi secara bergantian menunjukan bakat yang mereka miliki, setelah usai peserta leadership camp ini tidak langsung dipersilahkan untuk meninggalkan lokasi. Greg Adiloka selaku Ketua KMS Kabinet Ameliorasi pun memberikan instruksi untuk seluruh peserta agar menutup matanya dengan kain atau apapun yang dapat menghalangi penglihatan. Dengan bantuan dari teman – teman panitia dan alumni, satu persatu peserta dibawa ke suatu tempat yang tidak jauh dari tempat semula. Peserta itu kemudian dipasangkan dengan peserta lain, panitia menamakan hal ini sebagai Deep Interaction dimana masing – masing peserta bebas menceritakan semua kegelisahan atau rahasianya kepada pasangannya tanpa khawatir akan diketahui identitasnya karena menggunakan penutup mata.

Selama kurang lebih 30 menit sesi deep interaction, peserta kemudian dibawa kembali oleh panitia dan alumni menuju tempat semula. Dengan aba – aba dari panitia secara serentak peserta membuka penutup matanya dan disambut dengan cahaya lilin yang disusun sehingga membentuk tulisan “KMS”. Perhatian peserta terhadap lilin tersebut kemudian teralihkan kepada Greg yang memberikan beberapa pengantar termasuk menyuruh jajaran Pengurus Harian dan Kepala Divisi untuk berkumpul di depan panggung. Setelah itu ditemani dengan Ge (Kepala Divisi KRK), satu persatu Greg membasuh kaki dari Pengurus Harian laki – laki dan Ge membasuh kaki dari Pengurus Harian yang perempuan. Hal ini pun dilanjutkan ke setiap divisi dan menjadi tanda telah resminya kepengurusan KMS Kabinet Ameliorasi.

6

Salah satu kelompok night games yang sedang mencari huruf yang diperintahkan

Malam semakin larut, beberapa peserta ada yang tertidur dengan nyenyak di dalam tenda maupun di Pendopo. Adapula peserta yang masih ingin bercengkrama dengan peserta lainnya dalam sebuah keompok kecil. Tepat pada pukul 02.30 WIB , disaat beberapa peserta ada yang masih tertidur panitia pun melalui pengeras suara yang telah disediakan memberikan instruksi kepada para peserta untuk segera berkumpul di depan pendopo untuk mengikuti night games. Night games kali ini para peserta dibagi menjadi 13 kelompok, masing – masing kelompok diperintahkan untuk mencari huruf sesuai dengan petunjuk yang diberikan panitia di pos keberangkatan. Nantinya setiap kelompok akan membawa satu huruf yang apabila dirangkai menjadi sebuah kalimat bertuliskan “KMS AMELIORASI” yang merupakan nama kabinet KMS pada periode 2015/2016. Sesi ini berlangsung hingga adzan subuh berkumandang dan suasana di tempat itu menjadi sangat berkabut.

Setelah selesai, panitia memberikan waktu sekitar 2 jam untuk peserta beristirahat. Selama waktu yang disediakan peserta banyak yang melanjutkan tidurnya adapula yang menggunakan waktu tersebut untuk kembali bercengkrama satu sama lain. Pukul 7.30 WIB panitia kembali mengumpulkan peserta di depan pendopo dan membagi peserta ke dalam 6 kelompok. Masing – masing kelompok mendapat instruksi untuk mengunjungi seluruh pos yang telah disediakan oleh panitia yang nantinya akan mendapatkan kalung apabila berhasil melalui pos tersebut dengan mengalahkan kelompok lain. Game pagi ini berakhir pada pukul 09.30 WIB yang kemudian dilanjutkan dengan acara beres – beres dan perubuhan tenda, namun sebelumnya peserta dan panitia menyantap sebungkus nasi kuning sebagai asupan gizi di pagi hari.

Seluruh peserta dan panitia pun kembali menuju kampus Fisipol UGM pada pukul 11.30 WIB,

Terimakasih kepada Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Divisi Perlengkapan

Atas kerja kerasnya dalam program ini

Leave a comment

Your email address will not be published.