Lika-liku Awal Kuliah


  1. Dahulu pada saat menjadi maba saya selalu kepo gimana sih kulih itu? Apa lagi kuliah di semester pertama, beda enggak sih kuliah dengan SMA dan berbagai pertanyaan lainnya, disini saya sedikit berbagi pengalaman mengenai kisah kasih perkuliahan di semester pertama, selamat membaca !

Pada mulanya

Awalnya pilihan kuliah di jurusan  sosiologi ini merupakan jalan Tuhan. Bagaimana tidak ? wahyu  untuk memilih jurusan ini baru turun sesaat guru BK menyuruh saya untuk mendaftarkan diri pada lamaan SNMPTN. Setelah mengutak atik nama universitas dan jurusan langsung saja saya memilih Sosiologi UGM pada pilihan pertama dan pendidikan sosiologi Universitas Negeri Malang pada pilihan kedua saya.

Ada sedikit alasan mengapa saya meletakkan sosiologi UGM pada pilihan pertama. Alasan Pertama saya ingin belajar lebih luas lagi, mengenal banyak orang dari berbagai penjuru nusantara  dan mengenal lingkungan baru. Dalam benak saya terpirkirkan dari SMA hingga kuliah pastinya akan terasa sangat membosankan apabila saya terus berada di Malang. Kedua saya rasa Yogyakarta adalah tempat terbaik untuk belajar, dari segi biaya, transportasi, cuaca, iklim dan berbagai faktor lainnya saya rasa Yogyakarta adalah tempat tinggal yang tepat bagi saya.

Diterima di jurusan Sosiologi merupakan anugerah terindah dalam hidup saya. Awalnya saya tidak terlalu yakin untuk masuk melalui jalur SNMPTN, alasannya simple takut berujung pada harapan palsu (oleh karenanya saya tidak terlalu berharap lebih, apa lagi pada seseorang eh). Namun kehendak Tuhan rupanya berbeda, saya masih ingat pada saat itu yang memberitahukan kalau saya diterima di Sosiologi adalah teman saya. Bayang-bayang kotak merah bertuliskan tidak lolos membuat saya takut untuk membuka lamaan tersebut.

Mengapa memilih jurusan sosiologi ?

Dari dua jurusan yang saya pilih kedua-duanya saya pilih sosiologi. Mungkin orang-orang disekitar saya banyak yang menanyakan mengapa memilih jurusan sosiologi? Mau kerja jadi apa? Masa depanmu aman-aman saja kan ? Itu pertanyaan yang sangat menerkam hati saya, tapi positive thinking lah siapa tahu mereka bertanya demikian karena mereka masih belum mengenal apa itu sosiologi, apa yang dipelajari, seperti apakah prospek kedepannya. Oleh karena itu dengan bangga, tersenyum, senang hati, dan tentunya tetap rendah hati kita jelaskan perihal jurusan sosiologi itu seperti apa.

(The next Sociolog/Dokumen pribadi)

The next Sociolog/Dokumen pribadi

Mungkin kebanyakan dari kita hanya mengetahui Sosiologi dari akar katanya saja Socios dan Logos yakni ilmu yang mempelajari tentang masyarakat.  Tetapi jauh dari itu oleh karena masyarakat itu memiliki ruang lingkup yan luas dan tentunya berbagai bidang yang banyak berkaitan dengan masyarakat membuat  jurusan sosiologi memiliki cakupan dan berbagai cabang keilmuan yang luas juga. Ada sosiologi kesehatan, pertanian, pendidikan, hukum, industri, budaya dan berbagai bidang lainnya yang tak bisa saya sebutkan satu-satu.

Disini kita akan belajar menganalisis, meneliti dan memahami masyarakat dalam perspektif sosiologi tentunya. Apa saja perspektif dalam sosiologi, ada banyak kalau mau tau kuliah saja di jurusan sosiologi ! Mau kerja jadi apa maka saya akan menjawab mau jadi apa saja bisa selama pekerjaan tersebut berkaitan dengan masyarakat. Mulai dari akademisi seperti peneliti dan dosen, politikus, bekerja dalam instansi pemerintahan seperti dalam Kemensos, Depnaker, HRD, dan mau  jadi apa saja bisa, tetapi ingat harus kita imbangi dengan pengembangan diri diluar kegiatan akademis. Kuliah saja tidak cukup untuk menunjang karir tapi harus disertai dengan pengembanagn diri baik intra maupun ekstra kampus. Ada berbagai UKM (unit kegiatan mahasiswa ) dan organisasi yang dapat menunjang kariermu kedepan.

Perihal masa depan aman-aman saja atau tidak ketika kamu kuliah di Sosiologi ini bergantung pada diri kita masing-masing. Baik jurusan maupun universitas sebenarnya telah memberikan kepada kita sarana penunjang untuk mewujudkan masa depan tersebut. Sekarang bergantung pada diri kita sendiri mau sejauh mana kita maju? Mau sejauh manakah kita mau mengembangkan diri? Alumni sosiologi yang berhasil banyak, yang gagal juga banyak begitu pula dengan jurusan lain.

Kuliah di semester pertama, bagaimana kak?

Pertanyaan mengenai kuliah itu bagaimana selalu saya tanyakan kepada saudara –saudara saya yang pada saat itu telah menjalani perkuliahan. Ada yang mengatakan kuliah seperti bimbel, ada yang mengatakan kuliah seperti sekolah namun jamnya tak beraturan dan lain sebagainya. Tapi satu jawaban menurut saya kuliah itu seperti kuliah yang tentunya menyenangkan!

Saya sangat menikmati kuliah di semester pertama (sekarang juga!), karena saya kuliah pada jurusan yang benar-benar saya minati. Saya menjalani kuliah ini dengan penuh syukur kepada Tuhan, atas berkat dan perutusan Nya saya dapat kuliah di jurusan ini. Walaupun di semester pertama terdapat  beberapa dosen menggunakan metode yang sama seperti SMA yakni duduk, mencatat, dan diskusi. Tetapi saya tetap  menikmati perkuliahan disemester awal ini. (Mau tau siapa mereka ? silakan pm kakak tingkat masing-masing)

Saya pun memaklumi mengapa pada pada semester petama suasana perkuliahan mirip-mirip dengan SMA. Karena pada tahun pertama ini matakuliah yang diberikan kebanyakan adalah matakuliah dasar  seperti pengantar sosiologi, ilmu sosial dasar, metode penelitian social dan mata kuliah lainnya.  Jadi bersabarlah ! lambat laun akan terasa menyenangkan.

Penting gak sih catatan ?

Mungkin teman-teman berpikir oleh karena kuliah berbeda dengan sma, catatanpun menjadi satu hal yang tidak penting. Itu sesat pikir ! Justru pada tahun-tahun awal (tahun kedepan juga) catatan merupakan salah satu hal wajib yang kamu harus punya. Apalagi di semester pertama yang dosennya masih menggunakan metode sma (duduk diam diskusi) dan jenis UAS tertutup menjadikan catan sebagai suatu hal sakral yang akan menolong mu disaat uts atau uas nanti.

sumber:google

sumber : google

Bahkan kalau boleh jujur di semester awal dulu saya sempat merekam suara perkuliahan, untuk kemudian saya dengarkan kembali sebagai bahan review. Kalau boleh ngasih saran sih pada saat kuliah gunakan catatan coret-coretan dan pada sore hari atau malamnya segera salin kembali ke catatan yang lebih rapih dan bagus. Selain supaya enak dibaca, memindah catan juga menjadi sarana review. Ketika kamu mereview dan menemukan hal-hal yang kamu belum paham, segera kamu catat kedalam sticky note dan segera tanyakan pada dosen di pertemuan berikutnya.

Seperti apa ujian di perkuliahan

Berbeda dengan SMA yang hanya terbatas pada satu jenis ujian tertutup dengan pola multiple choice, perkuliahan memeiliki beberapa jenis ujian yang menyenangkan . Saya pun termasuk salah satu orang yang membenci ujian tipe ini, hidup ini ada banyak pilihan tak terbatas pada pilihan a,b,c,d pada pilihan multiple choice. Jujur saja saya lebih menyukai tipe ujian esay karena melatih otak kita untuk berfikir out of the box. Ketiga jenis ujian tersebut antara take home, soal dibawa pulang dan dikerjakan di rumah biasanya berupa tugas paper dengan batas minimum 1500 kata (sekitar enam halaman) atau bergantung pada dosen yang memberikan tugas ada juga yang mebrikan tugas hingga 4000-6000 kata, ada juga uas tertutup yakni mahasiswa mengerjakan langsung di tempat dan dilarang untuk membuka buku, dan terakhir ujian terbuka biasanya soal-soalnya tipe analisis sehingga kita diperbolehkan untuk membawa buku atau catatan. Ingat tidak ada kisi-kisi dalam ujian dan tentunya tidak ada multiple choice !

sumber:google

sumber : google

Saran saja sih biasanya soal yang dikeluarkan itu mirip-mirip setiap tahunnya. Bahkan ada beberapa soal yang memiliki pola yang sama maksudnya gimana ya ? Biasanya polanya adalah nomor 1-4 soalnya sama dan nomor terahir soalnya berbeda. Saya sarankan  kalian pinter-pinter tanya ke kakak tingkat atau bahkan pinjam soal uas atau catatan tahun kemarin. Karena soal uas boleh di bawa pulang dan ada beberapa mahasiswa biasanya rajin mengarsipkan soal-soal tersebut.

Aktif diskusi di kelas apakah juga mempengaruhi nilai ?

Nah ini dia nih biasanya mahasiswa pada semester pertama masih malu malu kucing untuk diskusi. Padahal keaktifan diskusi merupakan salah satu aspek penilain dosen. Melalui keaktifan diskusi ini lambat laun dosen akan hafal nama kita, dibandingkan dengan mereka yang tidak aktif diskusi. Tapi tidak semua dosen sih yang membebankan penilaian pada aspek diskusi, tapi sebagian besar menilai aspek ini.

Lalu apa saja yang akan didiskusikan? ada banyak macam bisa jadi dosen langsung memantik diskusi pada perkuliahan itu atau bisa jadi berupa pertanyaan di awal sesi dan diakhir sesi. Nah, ketika dosen mempersilakan kita untuk bertanya pergunakanlah kesempatan ini sebaik-baiknya untuk bertanya. Ingat jangan malu untuk bertanya! Entah pertanyaan tersebut kurang bermutu atau apalah namun dosen sangat memuji keberanian kita untuk menyatakan pertanyaaan.

Intinya rajin-rajin membaca, jangan cuman rajin ngapelin si dia !

sumber : google

sumber : google

Kalau dulu malas membaca maka sekarang ubahlah kebiasaan ini. Kuliah di jurusan sosiologi menuntut mu untuk banyak membaca. Kenapa sih harus membaca  melalui banyak membaca lambat laun akan memperkuat argumen yang kita sampaikan pada saat diskusi. Kan percuma ngomong panjang lebar tapi minim isi (ibarat kata tong kosong nyaring bunyinya), ya walaupun untuk tahun pertama aktif diskusi sudah menjadi apresiasi bagi dosen. Tapi apakah kamu tidak bangga berdiskusi disertai dengan pengetahuan yang luas ?

Mau ikut organisasi atau ukm apa ya ?                      

Mau ikut apa saja boleh, yang penting bisa bagi waktu. Ingat ini bukan SMA yang hanya terbatas dengan mimilih dua ekstrakulikuler saja. Tapi saran saya kalau mau ikut UKM tingkat universitas cukup satu saja. Mengapa demikin ? UKM di tingkat universitas memiliki kepadatan yang lebih dibandingkan dengan UKM pada tingkat fakultas maupun jurusan. Diawal masuk biasanya akan diselenggarakan gelanggang ekspo atau geleks. Apa sih geleks itu? Selama tiga hari tiga malam di gelanggang mahasiswa akan berdiri berbagai stand tiap-tiap ukm dan diadakan penampilan tiap tiap ukm. Saya sendiri gabung di BPPM balairung, slaah satu organisasi pers di tingkat univ.

sumber : google

sumber : google

Kenapa ikut BPPM Balairung ? Kan jadi promosi namanya wkwkw karena saya fikir kuliah di fisipol itu nantinya akan banyak sekali cobaan dan ujian tugas paper. Saya sendiri mengakui bahwa gaya saya menulis masih belepotan sana-sini. Melalui ukm ini saya ingin mendalami penulisan itu seperti apa, duni ajurnalis seperti apa, riset jurnalistik seperti apa dsb for further information kunjungi stand kami di gelangnggang ekspo nanti !

 

Arif Budi Darmawan

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *