KMS dan Pemuda Maknorejo Mendiskusikan Finalisasi Produk Olahan Budidaya Lele dalam PPDB 2021


Sudah sejak bulan Agustus 2021 mengabdi di Dusun Maknorejo, Pakem, Sleman, sekelompok mahasiswa sosiologi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Sosiologi (KMS) bersama dengan pemuda setempat mengembangkan prototipe produk olahan lele yang akan dijual. Setelah mencoba memasak beberapa lele olahan menjadi nugget, keripik kulit lele, lele goreng, dan bakso lele, mereka melakukan diskusi untuk memfinalisasi produk lele yang akan dijual pada 14 November 2021.

Dalam diskusi yang berlangsung di pelataran rumah penduduk ketika waktu telah surup itu, mereka memutuskan untuk mengeliminasi bakso lele karena saat uji coba terasa kurang gurih dan bentuknya tidak rapi karena dibentuk hanya bermodal tangan saja. Produk lain yang dibatalkan antara lain keripik lele, bakso lele, dan nugget lele. 

Sementara itu, produk yang dipertimbangkan untuk masuk tahap final dan dijual adalah lele bersih siap diolah dan lele berbumbu siap goreng dengan sambal dan lalapan. Dua produk itu akan ditampilkan dalam sebuah acara grand launching yang diadakan pada 28 November 2021 mendatang. Dalam acara itu, warga diajak mencicipi produk makanan hasil budidaya lele KMS dan Pemuda Maknorejo. Komentar para warga akan dijadikan masukan untuk komersialisasi produk final yang diedarkan ke masyarakat umum.

Dalam diskusi itu pula, pihak KMS sempat menawarkan produk katsu lele untuk karena mudah dibuat dan menarik. Akan tetapi, pihak Pemuda Maknorejo merasa katsu lele tidak begitu dikenal oleh masyarakat Dusun Maknorejo, terutama masyarakat yang sudah tua, sehingga alangkah lebih baik produk yang dijual adalah makanan familiar yang dibuat dari ikan lele.

Program budidaya lele yang diadakan oleh KMS bersama Pemuda Maknorejo ini adalah bagian dari Program Pemberdayaan Desa Binaan (PPDB) yang diadakan oleh Kreativitas UGM. PPDB tahun ini adalah kali pertama KMS bergabung. Maka dari itu, program budidaya lele di Dusun Maknorejo adalah sebuah rintisan.

Adapun KMS memilih Dusun Maknorejo sebagai mitra dikarenakan pemuda dusun tersebut sedang kesulitan merintis budidaya lele yang akan dijadikan sumber pemasukan mereka. Hal itu diakibatkan dari 1.000 bibit yang mereka budidayakan hanya dua ekor saja yang tumbuh dengan ukuran besar. Di sisi lain, kolam budidaya mereka berukuran 2×2 meter sehingga lele yang dibudidayakan overcrowding dan tidak dapat tumbuh maksimal.

Dengan keberadaan masalah tersebut, KMS melalui pendanaan PPDB berusaha memberdayakan pemuda agar inisiatif membudidayakan ikan lele terealisasi dengan baik mulai dari pembibitan sampai komersialisasi produk. Kini budidaya lele di Dusun Maknorejo dilaksanakan dalam sebuah lahan kosong dengan menggunakan dua  kolam berukuran 3×2 dengan total ikan lele sebanyak 1.500 ekor. 

 Dengan adanya program ini, diharapkan budidaya lele terlaksana secara berkelanjutan oleh Pemuda Maknorejo pasca program PPDB 2021 yang akan selesai pada akhir November ini. Hasil penjualan produk olahan lele pun dapat dimanfaatkan oleh Pemuda Maknorejo untuk mengembangkan sarana prasarana dusun sampai keorganisasian mereka.

 

Leave a comment

Your email address will not be published.